Potensi diri untuk kesuksesan di masa depan … :)

Halo generasi emasi Indonesia ! Kali ini aku bakal ngeshare sekilas tentang peranan potensi diri. Setiap orang pasti memiliki potensi diri yang bisa dikembangkan lewat perilaku pribadi masing-masing. Lalu, apa hubungan potensi diri yang sangat penting ini dalam menunjang kesukses diri seseorang di masa depan ? Seperti apa sih peranannya?, Lets Check it !

          Proses jalannya kehidupan memiliki arti penting pada setiap waktu yang dimiliki oleh setiap manusia. Melalui setiap detik waktu yang dijalani oleh seseorang menjadi bagian kehidupan dalam menentukan suatu percepatan hidup. Seseorang yang memiliki visi atau cita-cita, pasti membutuhkan waktu untuk membantu memetakan kerangka agenda-agenda aktivitas apa saja yang mesti dilakukan dalam kurun waktu tertentu untuk mencapai tujuan atau cita-cita yang diinginkan. Seiring berjalannya waktu setiap pribadi manusia sejatinya akan menuju waktu yang segalanya belum kita ketahui ketetapan atau kejadiannya dalam kehidupan, yakni masa depan.

           Masa depan tidak akan pernah terdahului oleh apapun yang terjadi di dunia ini. Masa depan yang secara wujudnya tidak bisa dirasakan ataupun diraba. Memikirkan kejadian di masa depan belum tentu akan sama terhadap apa yang kita pikirkan pada hari ini. Hal tersebut menjadi bagian dalam takdir yang di tentukan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa tentang sesuatu yang akan terjadi esok di masa depan. Dalam memanfaatkan waktu menuju masa depan dalam pada setiap sisi kehidupannya dibutuhkan kualitas diri yang unggul, prestatif, serta memiliki potensi-potensi yang mendukung guna tercapainya wujud masa depan yang cerah dalam hidup. Masa depan yang sesuatu halnya belum diketahui tidak hanya kita berfikir untuk hari ini saja tetapi perpandangan dan terbuka ke masa depan. Sebab hal itu sepanjang waktu berjalan peran saya sebagai pemuda harus bisa mengoptimalkan diri, mengembangkan segala kemampuan yang ada pada diri saya untuk mempersiapkan diri menuju masa depan seperti yang saya inginkan. Masa depan tidak hanya semata-mata kita pikirkan pada hari ini, tetapi melalui langkah nyata kita untuk bergerak harus kita wujudkan. Bila kita hanya memberi kesempatan pada pikiran kita untuk memikirkan masa depan dan kemudian terhanyut hanya dalam kecemasan dan ketidakpastian hidup yang baru diduga-diuga itu adalah sesuatu hal yang tidak dibenarkan.

           Melalui nalar dan akal sehat angan-angan tentang masa depan tidak perlu kita fikirkan secara berlebihan, karena sama saja dengan perang melawan bayang-bayang. Ironi saat ini segenap niat, potensi, dan perencanaan yang matang pun mesti saya lakukan demi mempersiapkan masa depan seperti apa yang saya inginkan. Suatu ketika, saya pernah menatap masa depan dengan begitu banyak prasangka hidup penuh angan. Kendati demikian, begitu banyak kesibukan pada diri sendiri bila hanya memikirkan pengandaian tersebut membuat waktu terbuang begitu saja. Mecemaskan segala kejadian yang terjadi esok tidak ada maknanya tidak semestinya terus menerus dilakukan, sebagai mahasiswa saat ini saya yakin bila setiap orang pikiran positif dan mampu mempersiapkan optimalisasi tindakan dan aktvitas yang produktif hari ini maka wujud masa depan saya pun akan membuahkan hasil yang positif dan memiliki nilai prestatif tentunya. Hal itulah yang saya terus realisasikan dalam kehidupan sehari-hari.

           Melalui hal-hal yang bisa memacu diri saya untuk berbuat lebih dalam rentang waktu kehidupan, saya mencoba memaksimalkan waktu yang saya miliki mengisinya dengan aktivitas yang penuh makna dan bermanfaat, salah satunya dengan mengenal serta mingkatkan potensi diri yang ada pada diri saya dalam seluk beluk kehidupan yang saya jalani saat ini.

           Guna menuju tantangan di masa depan yang akan dihadapi, mau tidak mau setiap individu harus meningkatkan kemampuan diri. Sama halnya dengan saya, segala potensi diri yang saya miliki dari sikap mental dan kepribadian yang telah dibangun dan dikembangan membuat saya lebih termotivasi dan siap menyambut ranah kehidupan di masa depan. Hal tersebut menjadi keinginan kuat saya untuk terus maju dan bangkit dalam berusaha (ikhtiar) demi mencapai sebuah kemenangan dalam persaingan saat ini, dan di masa depan. Hingga mampu menjadi seorang yang sukses dunia dan akhirat. Dalam dinamika kehidupan nyata, pun saya menyadari bahwa perubahan setiap diri seseorang akan bergantung sekali pada potensi diri yang saya milki. Bagi saya jika potensi diri seperti mental dan kepribadian telah dipupuk dengan baik, maka seseorang bisa melakukan berbagai hal secara terarah, sistematis, dan mampu menyesuaikan keadaan terhadap kehidupan yang dilaluinya secara bijak.

          Pada hakikatnya manusia merupakan makhluk yang memiliki derajat yang tinggi. Kesempurnaan fisik, akal, dan kemampuan berfikir manusia menjadi suatu hal yang patut disyukuri. Oleh sebab itu, sudah selayaknya setiap orang khususnya saya bisa memacu diri untuk unggul dan melakukan hal terbaik dalam hidup demi tercapainya masa depan yang baik. Dengan menyadari betul bahwa setiap orang telah memiliki 3 potensi penting yang bisa mempengaruhi kualitas diri dalam berkehidupan guna mencapai prestasi terbaik di masa depan. Potensi pertama adalah potensi fisik. Setiap pribadi yang baik bila mampu mengelola fisik dengan baik kita akan menjadi pribadi yang kuat dan produktif. Hal tersebut telah saya lakukan, dan berusaha untuk terus teratur dalam melaksanakannya, yaitu berolahraga. Potensi fisik semacam itu perlu terus dilatih. Agar segala produktivitas kegiatan yang dilakukan dalam mencapai usaha kesuksesan di masa depan harus didukung dengan kondisi fisik yang sehat.

           Potensi yang kedua adalah akal. Manusia dikarunia akal oleh Tuhan Yang Maha Esa, dan akal inilah yang membedakan kita dengan makhluk Allah lainnya. Dengan akal, kita dapat memikirkan ayat-ayat Al-qur’an di alam semesta ini, dan memahami makna dari setiap kehidupan yang kita jalani. Melalui akal lahirlah sebuah kecerdasan pikiran yang dimiliki setiap orang. Sama seperti dengan potensi fisik, potensi akal pun perlu diasah agar bisa menghasilkan kecerdasan yang optimal. Saya pernah mengalami hal yang cukup membuat diri saya tidak nyaman, yaitu ketika saya tidak memiliki aktivitas yang bisa saya lakukan, menganggur tanpa kegiatan. Kemudian pikiran saya menjadi gundah dan cemas, bahkan bisa sampai tidak terkontrol. Hal Itu membuat saya untuk menerawang kembali dengan menasehati diri saya sendiri bahwa saya harus melakukan sesuatu untuk bisa membuat diri saya lebih terkontrol dengan kegiatan yang bermanfaat. Saya mecoba untuk mendorong dan memotivasi diri saya untuk memanfaatkan waktu yang saya miliki dalam hidup untuk sesuatu yang bermanfaat dengan membuat suatu perencanaan-perencanaan kegiatan yang saya lakukan Diantaranya, saya giatkan untuk rajin membaca dan mengkaji buku-buku ilmu pengetahuan, melatih diri untuk bicara didepan umum, mengikut seminar, memprogram komputer, menulis, dan berdiskusi bersama orang-orang yang memiliki ilmu dan wawasan yang lebih. Adapun sebagai mahasiswa rutinitas utama saya pun belajar dan menerapakan ilmu yang telah saya pelajari. Melalui belajar sejatinya pasti kita akan memperoleh sebuah ilmu. Bekal ilmu serta wawasan lainnya membuat saya lebih siap untuk meraih masa depan dan cita-cita saya, dan tidak lupa peran saya sebagai mahasiswa yang menjadi bagian dalam masyarakat berusaha untuk ambil andil mengimplentasikan ilmu yang telah saya peroleh dibangku perkuliahan ke dalam kehidupan bermasyarakat. Diantaranya melalui mengajar, dan mengikuti kegiatan sosial. Dari hal tersebut membuat diri saya lebih berkembang serta dapat meningkatkan potensi diri yang saya miliki. Mengingat bahwa setiap manusia memiliki akal yang harus dipergunakan secara baik, dan mengolahnya menjadi sesuatu yang bermanfaat terutama untuk diri sendiri. Melalui peningkatan potensi akal dapat membentuk suatu pola pikir yang baik, kreativitas, dan keterampilan ( skill ) yang bisa dimiliki sehingga saya pun lebih siap untuk menggapai cita-cita dan mimpi saya yang akan saya wujudkan di masa depan. Apapun itu, kunci keunggulan seseorang akan terlihat bagaimana kita bisa memanfaatkan potensi diri yang ada pada diri kita, salah satunya melalui akal yang diolah dan dimaksimalkan secara baik.

           Memilik persepsi terhadap kesuksesan masa depan seseorang ternyata tidak secara sempurna dipengaruhi oleh potensi akal. Ada hal lain yang harus saya miliki untuk mewujudkan diri saya dalam meraih cita-cita di masa depan secara baik. Selain potensi fisik, dan akal, potensi ketiga yang ada pada diri setiap orang adalah mampu menjaga hati secara lahir dan batin. Bersikap dengan hati yang baik inilah sebagai pelengkap potensi fisik, dan akal yang seiring berjalannya waktu saya coba untuk terus terapkan. Karena saya yakin dengan hati yang hidup kita yang tidak memilik apa-apa bahkan lumpuh, akan tetap dipandang baik oleh sesama, mampu berkarya, dan bisa diterima baik oleh banyak orang nantinya. Bagi saya ini salah satu implementasi sikap yang terpuji. Masa depan seseorang tak akan berati sukses dengan sebenarnya bila tidak mampu mengendalikan keadaan hati terhadap diri sendiri, dan orang lain. Jika kita membayangkan air yang didalamnya ada kotoran mengendap, maka jika diaduk-aduk air tersebut akan menjadi keruh. Perbuatan dalam air yang keruh, yakni hati yang tidak baik atau kotor, tidak akan menjadi benar. Kemampuan kita sebagai manusia mesti mampu mengendalikan hati kita. Semakin lama kita berusaha untuk melatihnya, semakin jernih hati kita. Setiap orang pasti pernah mengalami arti dari kesejukan hati, hal tersebut pernah terjadi dalam kehidupan saya. Serumit-rumitnya keadaan yang terjadi pada hidup kita, akan tergantikan oleh sebuah ketenangan bila hati kita dapat dikendalikan. Hal inilah yang menjadi bagian dalam hidup saya untuk bisa melangkah kedepan, membuang rasa cemas dan gundah dalam sebuah permasalahan yang sulit dan rumit. Selain itu, potensi hati yang kita miliki secara langsung juga dapat menentukan bagaiamana seseorang dalam bersikap dan menentukan sebuah tindakan.

           Demikian, setiap orang pasti memiliki potensi diri yang berbeda-beda. Dari ketiga potensi penting yang telah dijelaskan, tiap orang akan mendominasi salah satu dari potensi tersebut. Namun potensi fisik, akal, dan hati perlu untuk dimiliki semua orang yang hidup di dunia ini. Salah satu potensi tersebut tidak boleh sampai hilang dalam diri setiap pribadi manusia. Ketiga potensi tersebut akan saling berkaitan satu sama lain, berkolaborasi untuk mewujudkan apa yang diinginkan seseorang di masa depan. Seiring berjalannya waktu saya pun berpegang teguh terhadap kemampuan diri yang saya miliki dan mencoba mengoptimalkan hal tersebut dalam diri saya untuk memacu hidup melangkah maju kearah yang lebih baik. Mempersiapkan semua itu secara lebih, dan tidak lupa melalui usaha, doa, dan ibadah demi menunjang prestasi diri yang berkualitas. Saya berharap keesokan harinya pun saya ingin menjadi orang yang lebih siap dari hari ini untuk mewujudkan kesuksesan yang memiliki arti dan makna yang manfaatnya bisa saya berikan untuk diri saya pribadi, keluarga, agama, bangsa dan negara di masa depan melalui segala potensi diri yang saya miliki .

Sumber referensi :

Agung, Gregorius. 2012. “39 Cara Logis Meningkatkan Produktivitas Diri”. Jakarta: Elex Media

       Komputindo.

Al-Qarni, Aidh. 2013. “Jangan bersedih !”, dalam La Tahzan. Jakarta: Qisthi Press.

Gymnastia, Abdullah. 2005. “Manajemen Qolbu untuk Melejitkan Potensi”. Bandung: Khas

         MQ.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s